Bapak Dudung Abdurrahman berdiskusi menjelaskan kepada peserta forum tentang pentingnya Standardisasi Ekosistem Pertanian Berkelanjutan, Konservasi Lingkungan & Pertanian Zero-Deforestation, serta gagasan menjadikan ASEAN Asia Tenggara Sebagai Lumbung Pangan Global
Bapak Dudung Abdurrahman Berfoto bersama perwakilan dari forum peserta dari negara sabahat
LAPORAN UTAMA: FORUM PERTEMUAN TINGKAT TINGGI PANGAN ASIA TENGGARA
Akselerasi Kedaulatan Agraria dan Pengesahan Pakta Pertanian Berkelanjutan ASEAN
Krisis iklim global, disrupsi rantai pasok pasca-pandemi, serta ketegangan geopolitik internasional telah menempatkan sektor pangan sebagai instrumen ketahanan nasional yang paling krusial. Dalam konteks regional, Asia Tenggara memiliki potensi geografis dan demografis yang masif, namun masih menghadapi tantangan berupa degradasi lingkungan akibat praktik pertanian konvensional.
Forum Pertemuan Tingkat Tinggi Pangan Asia Tenggara (Southeast Asia Food Summit) diselenggarakan sebagai respons kolektif untuk merumuskan ulang arsitektur pangan kawasan. Kehadiran Republik Indonesia yang diwakili oleh Bapak Dudung Abdurachman, memegang peranan sentral sebagai jembatan aspirasi antara kebijakan makro regional dengan realitas empiris masyarakat agraris di akar rumput.
Daftar Delegasi Resmi Negara Peserta:
Melalui serangkaian sidang pleno dan Leaders' Retreat, forum di JCC Senayan berhasil melahirkan kesepakatan monumental yang dituangkan dalam Deklarasi Jakarta untuk Pangan Masa Depan. Bapak Dudung Abdurachman berhasil memasukkan poin-poin krusial yang mengintegrasikan tiga pilar utama:
Sebagai langkah konkret pasca-penandatanganan perjanjian di JCC Senayan, Kantor Staf Presiden (KSP) RI akan mengoordinasikan pembentukan Satuan Tugas Nasional Implementasi Pakta Pangan ASEAN yang melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Pangan Nasional.
Forum Pertemuan Tingkat Tinggi ini bukan sekadar keberhasilan diplomatik di atas kertas, melainkan sebuah cetak biru (blueprint) baru bagi masa depan agraria. Di bawah pengawalan mandat oleh Kepala KSP Bapak Dudung Abdurachman, Indonesia berhasil memposisikan diri bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai pemimpin arah kebijakan yang membawa Asia Tenggara siap memberi makan dunia melalui pertanian yang bersih, adil, dan berkelanjutan.