Bapak Dudung Abdurrahman memberikan paparan mengenai pentingnya efisiensi dan adaptasi arus kas sebagai pilar utama bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Bapak Dudung Abdurrahman berdiskusi dengan pelaku UMKM bu Diah tentang rekayasa kemasan produk bumbu tabur menjadi porsi ekonomis sebagai Diversifikasi dan Rekayasa Produk berbasis kebutuhan Riil.
Bapak Dudung Abdurrahman membantu kelompok peserta diskusi untuk mengaktifkan sistem pembayaran digital sebagai kesiapan UMKM Kota Berkah untuk naik kelas dan memperluas pasar secara efisien.
LAPORAN KEGIATAN DISKUSI PANEL
Strategi Perkuatan Pelaku UMKM Kota Berkah di Tengah Krisis Ekonomi
Gejolak ekonomi global maupun domestik yang tidak menentu sering kali menempatkan kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada posisi yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi. Padahal, UMKM merupakan pilar utama sekaligus tulang punggung perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Menyikapi tantangan tersebut, diperlukan pembekalan strategi yang taktis, aplikatif, dan berorientasi pada ketahanan jangka panjang. Oleh karena itu, telah diselenggarakan agenda diskusi interaktif yang menghadirkan pakar sekaligus pendamping usaha, Bapak Dudung Abdurrahman, bersama dengan para pelaku UMKM di wilayah Kota Berkah. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan solusi riil, memberikan wawasan manajemen risiko, serta membangun solidaritas jaringan usaha lokal.
Hari / Tanggal : Selasa, 2 Juni 2026
Waktu : 09.00 – 12.00 WIB
Tempat : Aula Pertemuan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Berkah
Narasumber : Pak Dudung Abdurrahman (Konsultan Manajemen & Pendamping UMKM)
Peserta : Terdiri dari 50 pelaku UMKM binaan Kota Berkah yang mewakili sektor Kuliner, Kriya, Fashion, dan Jasa.
Dalam sesi pemaparannya, Pak Dudung Abdurrahman menekankan bahwa kunci utama UMKM dalam memenangkan persaingan di masa krisis bukanlah bersikap defensif (sekadar bertahan), melainkan bersikap adaptif dan gesit melihat peluang baru. Terdapat 4 pilar utama perkuatan UMKM yang dirumuskan:
Pelaku usaha diwajibkan melakukan pemisahan mutlak antara rekening pribadi dan rekening bisnis. Di masa krisis, fokus utama adalah likuiditas. Seluruh pengeluaran non-esensial harus dipangkas dan dialokasikan untuk aktivitas yang langsung menghasilkan pendapatan (revenue-generating activities).
Melakukan penyesuaian produk agar sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat. Langkah konkretnya dapat berupa pembuatan kemasan ekonomis (porsi lebih kecil dengan harga terjangkau) tanpa menurunkan kualitas esensial produk.
Migrasi ke ekosistem digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Optimalisasi media sosial secara organik, integrasi ke marketplace, serta penyediaan metode pembayaran non-tunai (QRIS) dapat memangkas biaya operasional pemasaran fisik secara signifikan.
Mendorong para pelaku usaha lokal untuk membentuk konsorsium atau kelompok pembelian bahan baku secara kolektif. Dengan skema ini, UMKM bisa mendapatkan harga modal yang jauh lebih murah (harga grosir) guna menekan tingginya harga bahan pokok.
Diskusi berlangsung dua arah dengan menampung keluhan riil yang sedang dihadapi oleh para pelaku usaha di Kota Berkah. Berikut adalah pemetaan kendala beserta solusi rekomendasi yang dihasilkan:
| Sektor Usaha | Kendala Utama di Lapangan | Solusi & Rekomendasi Taktis |
|---|---|---|
| Kuliner | Lonjakan harga bahan baku utama yang tidak stabil, disertai dengan penurunan daya beli harian konsumen. | Melakukan re-engineering menu. Mengganti bahan baku impor/mahal dengan alternatif lokal berkualitas sepadan, atau menggeser model bisnis ke arah katering harian porsi hemat. |
| Fashion & Kriya | Produk dinilai bukan sebagai kebutuhan pokok (sekunder/tersier) sehingga volume penjualan menurun tajam dan stok menumpuk. | Mengalihkan sebagian kapasitas mesin/produksi untuk membuat produk utilitas harian. Menerapkan sistem pembatasan risiko melalui strategi jualan pra-pesan (pre-order) untuk menghindari penumpukan modal kerja pada stok mati. |
| Semua Sektor | Keterbatasan akses permodalan darurat untuk menjaga kelangsungan operasional usaha jangka pendek. | Memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) daerah yang legal atau kemitraan CSR. Dilarang keras menggunakan pinjaman online ilegal karena bunga yang tinggi akan merusak struktur keuangan bisnis. |
Kegiatan diskusi panel ini berhasil menyamakan persepsi dan membekali pelaku usaha dengan strategi siap pakai. Sebagai bentuk nyata keberlanjutan dari diskusi ini, disepakati dua rencana tindak lanjut: