DAR Coffee Time

Laporan Kegiatan Diskusi Strategi Perkuatan Pelaku UMKM Kota Berkah di Tengah Krisis Ekonomi

LAPORAN KEGIATAN DISKUSI PANEL

Strategi Perkuatan Pelaku UMKM Kota Berkah di Tengah Krisis Ekonomi

 

  1. Latar Belakang

Gejolak ekonomi global maupun domestik yang tidak menentu sering kali menempatkan kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada posisi yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi. Padahal, UMKM merupakan pilar utama sekaligus tulang punggung perputaran ekonomi di tingkat daerah.

Menyikapi tantangan tersebut, diperlukan pembekalan strategi yang taktis, aplikatif, dan berorientasi pada ketahanan jangka panjang. Oleh karena itu, telah diselenggarakan agenda diskusi interaktif yang menghadirkan pakar sekaligus pendamping usaha, Bapak Dudung Abdurrahman, bersama dengan para pelaku UMKM di wilayah Kota Berkah. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan solusi riil, memberikan wawasan manajemen risiko, serta membangun solidaritas jaringan usaha lokal.

 

  1. Pelaksanaan Kegiatan

Hari / Tanggal   : Selasa, 2 Juni 2026

Waktu                   : 09.00 – 12.00 WIB

Tempat                 : Aula Pertemuan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Berkah

Narasumber     : Pak Dudung Abdurrahman (Konsultan Manajemen & Pendamping UMKM)

Peserta                 : Terdiri dari 50 pelaku UMKM binaan Kota Berkah yang mewakili sektor Kuliner, Kriya, Fashion, dan Jasa.

 

  1. Intisari Materi & Strategi Perkuatan (Pak Dudung Abdurrahman)

Dalam sesi pemaparannya, Pak Dudung Abdurrahman menekankan bahwa kunci utama UMKM dalam memenangkan persaingan di masa krisis bukanlah bersikap defensif (sekadar bertahan), melainkan bersikap adaptif dan gesit melihat peluang baru. Terdapat 4 pilar utama perkuatan UMKM yang dirumuskan:

  1. Pengendalian Arus Kas yang Ketat (Cash Flow Control)

Pelaku usaha diwajibkan melakukan pemisahan mutlak antara rekening pribadi dan rekening bisnis. Di masa krisis, fokus utama adalah likuiditas. Seluruh pengeluaran non-esensial harus dipangkas dan dialokasikan untuk aktivitas yang langsung menghasilkan pendapatan (revenue-generating activities).

  1. Diversifikasi & Rekayasa Produk Berbasis Kebutuhan Riil

Melakukan penyesuaian produk agar sejalan dengan penurunan daya beli masyarakat. Langkah konkretnya dapat berupa pembuatan kemasan ekonomis (porsi lebih kecil dengan harga terjangkau) tanpa menurunkan kualitas esensial produk.

  1. Akselerasi Transformasi Digital

Migrasi ke ekosistem digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Optimalisasi media sosial secara organik, integrasi ke marketplace, serta penyediaan metode pembayaran non-tunai (QRIS) dapat memangkas biaya operasional pemasaran fisik secara signifikan.

  1. Kolaborasi Kolektif (Koperasi Informal)

Mendorong para pelaku usaha lokal untuk membentuk konsorsium atau kelompok pembelian bahan baku secara kolektif. Dengan skema ini, UMKM bisa mendapatkan harga modal yang jauh lebih murah (harga grosir) guna menekan tingginya harga bahan pokok.

 

  1. Sesi Tanya Jawab, Kendala Lapangan, & Solusi Rekomendasi

Diskusi berlangsung dua arah dengan menampung keluhan riil yang sedang dihadapi oleh para pelaku usaha di Kota Berkah. Berikut adalah pemetaan kendala beserta solusi rekomendasi yang dihasilkan:

Sektor Usaha Kendala Utama di Lapangan Solusi & Rekomendasi Taktis
Kuliner Lonjakan harga bahan baku utama yang tidak stabil, disertai dengan penurunan daya beli harian konsumen. Melakukan re-engineering menu. Mengganti bahan baku impor/mahal dengan alternatif lokal berkualitas sepadan, atau menggeser model bisnis ke arah katering harian porsi hemat.
Fashion & Kriya Produk dinilai bukan sebagai kebutuhan pokok (sekunder/tersier) sehingga volume penjualan menurun tajam dan stok menumpuk. Mengalihkan sebagian kapasitas mesin/produksi untuk membuat produk utilitas harian. Menerapkan sistem pembatasan risiko melalui strategi jualan pra-pesan (pre-order) untuk menghindari penumpukan modal kerja pada stok mati.
Semua Sektor Keterbatasan akses permodalan darurat untuk menjaga kelangsungan operasional usaha jangka pendek. Memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) daerah yang legal atau kemitraan CSR. Dilarang keras menggunakan pinjaman online ilegal karena bunga yang tinggi akan merusak struktur keuangan bisnis.

 

 

  1. Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan diskusi panel ini berhasil menyamakan persepsi dan membekali pelaku usaha dengan strategi siap pakai. Sebagai bentuk nyata keberlanjutan dari diskusi ini, disepakati dua rencana tindak lanjut:

  • Pembentukan Forum Jejaring Komunikasi: Per tanggal hari ini, dibentuk grup koordinasi digital (WhatsApp Forum UMKM Kota Berkah) sebagai media berbagi informasi pasokan bahan baku murah dan kolaborasi pemasaran bersama.
  • Pelatihan Teknis Lanjutan: Dinas terkait beserta tim pendamping akan menjadwalkan lokakarya (workshop) praktis mengenai pembukuan keuangan digital sederhana dan optimalisasi iklan digital organik pada bulan berikutnya.